Mengenal Kontrak Derivatif dan Lembaga Pengatur Transaksi Antar Negara pada Bursa Berjangka

Aug 2, 2021 by penulis

Ketika kita membahas mengenai bursa berjangka, kita tentu akan langsung mengaitkan bursa berjangka dengan kontrak, misalnya seperti kontrak derivatif. Kontrak yang satu ini mengacu pada suatu kontrak yang tingkat gejolak harganya sangatlah tinggi. Bahkan karena terlalu bergejolak dibandingkan aset acuannya alias underlying asset, dapat berakibat pada kemunculan kerugian pada salah satu penderita. Kerugian tersebut terbilang besar sehingga salah satu pihak tersebut tidak bisa menyelesaikan transaksi.

Berdasarkan sebuah kondisi perdagangan yang aman, maka akan ditandai oleh pihak-pihak yang melakukan transaksi telah memberikan kepastian bahwa pihak lainnya akan memenuhi kewajibannya, terlepas dari seperti apa keadaan pasar tanpa terkecuali. Kemudian, kebutuhan ini akan dijadikan sebagai sebuah pengaturan yang akan menjadi kompleks pada prosedur transaksi, misalnya seperti penetapan batas transaksi, taksasi kredit, dan lain-lain pengaturan yang ditujukan untuk masing-masing pihak yang bertransaksi. Tentu saja, hal ini akan menjadikan perdagangan berjangka kehilangan daya tariknya.

Agar bisa menghindari hal ini, maka lembaga kliring dapat melakukan antisipasi melalui fungsi novasi alias substitusi pada transaksi kontrak berjangka alias kontrak derivatif yang didaftarkan oleh anggota kliring pembeli serta penjual. Dalam hal ini, lembaga kliring akan memberikan jaminan atas hak dan kewajiban pada pembeli untuk setiap anggota kliring penjual serta memberikan jaminan atas hak dan kewajiban kepada penjual terhadap setiap anggota kliring pembeli.

Untuk melaksanakan fungsinya sebagai lembaga yang memberikan jaminan dan pengelolaan risiko, lembaga kliring telah menerapkan beberapa cara untuk mengelola risiko yang nantinya dapat terjadi. Beberapa di antaranya seperti melakukan pembinaan serta pengawasan terhadap kondisi keuangan anggota kliring, melakukan pengelolaan serta pemungutan margin, menyesuaikan harga harian, memisahkan dana anggota kliring dalam rekening yang terpisah, dana kliring, menanggulangi cedera janji, margin pada transaksi berjangka, serta margin yang dipungut oleh lembaga kliring.

Dalam melaksanakan perannya sebagai lembaga yang melaksanakan kliring dan menjamin transaksi anggoota berjangka, lembaga kliring akan memberlakukan dua jenis margin. Margin jenis pertama ialah margin awal atau yang juga kerap disebut sebagai initial margin atau margin deposit. Margin deposit ini mengacu pada dana yang secara khusus dicadangkan untuk menutup apabila ada kerugian-kerugian yang dapat muncul ketika ada transaksi perdagangan margin selama kontrak transaksi mengenai perdagangan margin berlaku.

Sementara itu, terdapat juga margin jenis kedua yang dikenal dengan margin mark-to-market dan mengacu pada keadaan ketika setiap akhir hari perdagangan, lembaga kliring melakukan penilaian ulang mengenai posisi-posisi terbuka. Penilaian ini dilakukan dengan menyesuaikannya dengan harga penyelesaian yang muncul pada akhir hari perdagangan atau yang juga sering dikenal dengan istilah mark to market. Dikarenakan adanya akibat pada proses penilaian uang ini, maka terdapat kelebihan dan kekurangan margin yang juga dikenal dengan istilah variation margin. Pada situasi ini, lembaga kliring akan secara otomatis melakukan debet rekening dari anggota kliring yang mengalami kekurangan margin serta melakukan kredit rekening terhadap anggota kliring yang mengalami kelebihan margin.

Kemudian, ada juga margin nasabah yang merupakan margin dari pungutan pialang perdagangan berjangka. Dana yang berada pada pialang ini digunakan sebagai jaminan terhadap kontrak terbuka. Maka dari itu, dana atau juga yang disebut sebagai jaminan tersebut harus memiliki nilai yang lebih besar dari margin awal yang disetorkan pada lembaga kliring dari pialang anggota kliring. Perdagangan berjangka ini juga sudah diatur oleh lembaga yang bersifat independen dan dikenal dengan istilah self regulatory organizations (SRO).

By penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *