Informasi

Malam Lailatur Qadar

Amalan Ibadah di 10 Malam Terakhir Ramadan, Salat Malam hingga Sedekah

Lailatur Qadar merupakan malam yang sangat istimewa bagi umat Islam. Lalu apa itu malam Lailatur Qodar?

Pengertian Malam Lailatur Qadar

Malam Lailatur Qadar adalah malam turunnya Ayat- ayat pertama Al-Quran kepada Nabi Muhammad shollallahu ‘alaihi wassallam melalui malaikat Jibril di Gua Hiro.

Menurut sejarah, Nabi Muhammad shollallahu ‘alaihi wassallam mendapat wahyu ayat-ayat Al-Quan pertama kali setelah melalui periode perenungan dalam pengasingan.

Dalam satu malam perenungannya, ketika Lailatur Qadar, Malaikat Jibril menampakkan diri kepada Nabi Muhammad shollallahu ‘alaihi wassallam dan memerintahkan sebuah kata “Iqra”, yang artinya bacalah.

Selain sebagai diturunkannya Al-Quran, malam Lailatur Qadar juga bisa diartikan turunnya malaikat ke bumi untuk melaksanakan berbagai tugas dan memberikan kedamaian, berkah, serta bimbingan Ilahi sampai subuh. 

Allah Subhana wa Ta’ala berfirman :

Artinya : “Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al-Quran) pada malam Lailatur Qadar. Tahukah kamu, apakah malam qadar itu? Malam qadar adalah lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu, turunlah malaikat-malaikat dan Jibril dengan izin Tuhan mereka, (membawa segala urusan), (seluruh malam itu) sejahtera sampai terbit fajar.” (QS. Al Qadr : 1-5).

Menurut ayat di atas, pada malam Lailatur Qadar para malaikat turun ke bumi sehingga suasana alam pada waktu itu berbeda dari biasanya, lebih hangat dan sejuk.  Lantas, kapan terjadinya malam Lailatur Qadar?

Waktu Terjadi Malam Lailatur Qadar

Memang tidak diketahui secara pasti kapan terjadinya, tapi malam Lailatur Qadar diyakini terjadi pada malam ganjil dalam salah satu dari 10 hari terakhir di bulan Ramadhan.

Tidak ada satupun manusia yang mengetahui secara pasti kapan datangnya Laitur Qadar. Sebab kedatangan Lailatu Qadar ini dirahasiakan oleh Allah Subhana wa Ta’ala.

Menurut hadits riwayat Bukhari dan Muslim, Nabi Muhammad shollallahu ‘alaihi wassallam menyampaikan kepada umatnya untuk bersemangat mencari Lailatur Qadar di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, terutama di hari-hari ganjil.

Nabi Muhammad shollallahu ‘alaihi wassallam bersabda :

“Carilah malam Lailatur Qadar pada malam-malam ganjil dari sepuluh malam pada akhir bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari)

Keistimewaan Lailatur Qadar

Bulan Ramadhan merupakan bulan suci dan istimewa bagi umat Muslim sebab Lailatur Qadar terjadi pada bulan Ramadhan. Jadi, umat Muslim hanya dapat bertemu dengan Lailatur Qadar setahun sekali pada bulan Ramadhan saja.

Malam Lailatur Qadar diyakini sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan. Artinya, kebaikan yang diperoleh seorang Muslim pada malam tersebut melebihi nilai dari jangka waktu seribu bulan atau sekitar 83 tahun.

Nabi Muhammad shollallahu ‘alaihi wassallam bersabda :

“Di dalam bulan Ramadhan itu terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Siapa yang tidak mendapati malam tersebut, maka ia akan diharamkan mendapat kebaikan.” (HR. An Nasai No. 2106, shahih).

Adapun keistimewaan Lailatur Qadar adalah sebagai berikut

  1. Malam diturunkannya Al-Quran. 
  2. Malam Lailatur Qadar merupakan malam yang penuh kemuliaan dimana seseorang akan mendapatkan keberkahan berupa pahala yang berlipat ganda.
  3. Doa-doa yang dipanjatkan kepada Allah Subhana wa Ta’ala akan diaminkan oleh para malaikat yang turun ke bumi sehingga segala doa umat Muslim pun dijabah oleh Allah Subhana wa Ta’ala.
  4. Malam Lailatur Qadar disebut sebagai malam yang memiliki hikmah.
  5. Pada malam Lailatur Qadar ditentukan segala urusan dan aturan (syariat) mulai tahun itu sampai tahun berikutnya.

10 Barang Yang Bisa Dijadikan Sebagai Isi Seserahan Pernikahan

10 Ide Seserahan buat Cewek ala Artis, Ada Iphone dan Es Kopi!

Seserahan pernikahan merupakan tradisi yang dilakukan sebagai simbol bahwa calon pengantin pria telah bertanggung jawab sepenuhnya dan telah menyanggupi untuk memberikan nafkah kepada calon istri baik rohani maupun jasmaninya. Sehingga boleh saja jika calon pengantin wanita meminta barang-barang tertentu untuk dijadikan seserahan. Bahkan, calon pengantin wanita pun diperbolehkan untuk ikut menemani pria berbelanja seserahan. Hal ini dilakukan agar barang yang dibeli sesuai dengan keinginan dan kebutuhan si calon pengantin wanita. Lalu apa saja barang-barang yang bisa dijadikan seserahan pernikahan?

Berikut barang-barang yang bisa dijadikan isi seserahan pernikahan :

  1. Perlengkapan Ibadah

Perlengkapan ibadah ini tentunya harus disesuaikan dengan agamanya masing-masing. Jika beragama Islam maka isi seserahannya diantaranya peralatan sholat, Al Quran, tasbih, dan lain sebagainya. 

Sementara, bagi yang bergama Kristen isi seserahannya bisa berupa alkitab, kalung dengan simbol salib, dan lain sebagainya.

  1. Seperangkat Perhiasan

Selain perlengkapan ibadah, anda juga bisa memasukkan seperangkat perhiasan sebagai seserahan seperti kalung, cincin, dan anting-anting yang terbuat dari emas ataupun berlian. Jumlah dan berat perhiasan tentunya disesuaikan dengan kemampuan finansial calon pengantin pria. 

  1. Sepatu

Sepatu juga bisa anda gunakan sebagai seserahan pernikahan. Adapun makna sepatu dalam isi seserahan ini adalah agar kedua mempelai siap untuk melangkah ke kehidupan pernikahan bersama.  

  1. Tas

Selain sepatu, tas juga sangat disukai oleh wanita yang digunakan sebagai penunjang penampilan. Apalagi jika tas yang dibeli tersebut merupakan tas branded. Namun, hal itu tidak diharuskan dan disesuaikan dengan kebutuhan serta kemampuan pria.

  1. Set Pakaian Wanita

Biasanya set pakaian ini berupa pakaian tradisional seeprti kebaya dengan kain batik. Namun, tidak ada salahnya jika anda menggantinya dengan kemeja, dress bahkan pakaian kerja. 

  1. Pakaian Dalam

Pakaian dalam ini bisa berupa satu set pakaian dalam, baju tidur maupun lingerie. Biasanya, calon pengantin wanita membeli sendiri pakaian dalam ini, kemudian diberikan kepada calon pengantin pria untuk disusun dalam kotak seserahan. Saat menyusun pakaian dalam sebaga isi kotak seserahan, sebaiknya untuk melipatnya dalam bentuk yang tertutup supaya tidak kelihatan vulgar.

  1. Perlengkapan Mandi

Barang lainnya yang bisa digunakan sebagai isi seserahan adalah perlengkapan mandi. Mandi merupakan aktivitas sehari-hari, jadi dengan memberikan perlengkapan mandi bisa menjadi simbol bahwa calon pengantin pria sudah mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari calon pengantin wanita. 

  1. Buah – Buahan

Tidak lengkap rasanya kalau tidak ada buah-buahan dalam kotak seserahan. Dalam hal ini, pilihlah buah-buahan yang disukai oleh sang calon pengantin wanita dan ukurannya yang tidak besar karena akan menyulitkan saat harus membawanya. 

Pemberiah buah-buahan ini pada seserahan memiliki makna supaya pernikahan yang akan dijalani akan menghasilkan buah kebaikan (keberkahan) bagi keluarga dan orang lain di sekitarnya. 

  1. Makanan

Makanan untuk seserahan pernikahan ini biasanya berupa makanan tradisional yang terbuat dari bahan dasar ketan seperti kue lapis, wajit (wajik), jenang, bugis, dan lain sebagainya. Pemberian makanan seserahan berupa olahan ketan ini memiliki makna agar kelak kedua pasangan selalu lengket satu sama lain. 

  1. Barang elektronik

Memang masih jarang orang yang memasukkan barang elektronik sebagai isi seserahan pernikahan. Namun, tidak ada salahnya jika anda memilihnya, apalagi barang elektronik tersebut dibutuhkan oleh sang calon wanita seperti handphone, PC, televisi dan lain sebagainya.